Hi! Jadi, di semester 5 kemarin aku sempet ikut dua course untuk menunjang kegiatan akademik. Yang pertama, aku ikut KMMI di Universitas Ciputra Surabaya dan yang kedua di Universitas Indonesia. Kedua acara ini diselenggarakan secara online pada semester kemarin. 1. Kresidensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) di Universitas Ciputra , dengan mata Kuliah Financial Investment Strategy Semester lima kemarin, sedang ramai-ramainya mahasiswa ngobrolin tentang MBKM. Seingatku, hal ini dikarenakan semester lalu merupakan launching kegiatan MBKM. Berbagai program dibuka, ada magang, studi independen, kampus mengajar dan berbagai program menarik lainnya. Aku saat itu belum terlalu mengenal program MBKM sehingga memutuskan untuk tidak mengikutinya terlebih dahulu. Long story short , banyak mahasiswa yang tiba-tiba ngirim menfess di twitter @collegemenfess tentang KMMI. Aku lumayan penasaran dengan hal ini dan coba nimbrung di salah satu menfess tentang KMMI yang cukup ra...
Pict from Pinterest Bermain sosial media adalah hal yang sangat menyenangkan. Bisa catch up dengan teman lama yang tinggal berbeda daerah dari kita, melihat postingan foto bahagia orang-orang, mendapat informasi terkini, dan bahkan mengetahui hal sebelumnya belum pernah kita lihat. Ketika melihat orang mengunggah foto makanan, liburan, atau bahkan pencapaian mereka di sosmed seakan membuat kadar dopamine dalam tubuh kita ikut menjadi naik. Tapi ada kalanya melihat semua itu malah menjadi bumerang bagi diri sendiri. Hal-hal tersebut mulai menjadi bumerang ketika kita mulai membandingkan isi postingan yang mungkin hanya beberapa detik itu dengan kehidupan diri sendiri. "wih, dia udah dapet magang di perusahaan X, aku daftar magang kok nggak pernah keterima ya" "Di umur yang sama dia udah bisa ngehasilin uang sendiri, sementara aku kok masih minta orang tua ya?" "kok aku gini-gini aja ya? nggak kaya temen-temenku di Instagram" Pikiran-pikiran seperti ini ...