Soal Overthinking.....
Gue suka menulis, entah beberapa cerita yang gue udah tulis semenjak SD. Sebelum punya fasilitas laptop, gue suka nulis di buku, lalu di notes hp dan akhirnya bisa nulis di laptop. Tapi tulisan-tulisan itu berakhir dengan tidak pernah diunggah dan entah kemana. Alasannya ? karena gue suka overthinking dengan proses maupun hasil dari tulisan itu sendiri.
Yang gue rasakan, overthinking ini menjadi semakin parah semenjak memasuki bangku perkuliahan. Mungkin karena semakin dewasa seseorang maka semakin bertambah pula beban kehidupannya kali ya? Dan entah kenapa gue mulai suka berpikir secara berlebihan terhadap hal-hal tertentu, lantas apakah hal ini berpengaruh ke kehidupan gue ? Jelas, iya.
Dia mempengaruhi kualitas tidur, wasting time, bikin gampang ke-distract (yang sebelumnya harus nugas malah gajadi karena overthinking), bikin kepala pening, bikin perasaan khawatir berlebihan yang sangat menakutkan (kenapa menakutkan ? karena ketika merasakan hal ini bahkan menggiring pikiran untuk melakukan hal-hal yang negatif) dan banyak hal lainnya
Jam tidur mulai terganggu karena ketika malam hari semua hal seperti berkumpul di kepala. Mulai dari berpikir mengenai nilai atau IP semester, apakah proker organisasi dapat berjalan lancar, bagaimana tanggapan crush terhadap gue, bahkan hal sepele seperti besok ingin makan apa juga menjadi bahan overthinking.
Hal-hal yang seperti gue sebutkan di atas sebenarnya perlu dipikirkan tapi dengan porsi yang normal, tapi gue cenderung memikirkannya dengan porsi berlebihan sehingga menimbulkan semacam kekhawatiran dan berakhir nggak bisa tidur atau rasa gelisah yang meresahkan.
Tapi overthinking ini kadang ada hal plusnya, yaitu ngebuat gue lebih berhati-hati untuk mengambil sebuah keputusan.
Setelah berjibaku dengan overthinking, rasa cemas dan khawatir yang lama-lama meresahkan ini akhirnya gue iseng-iseng untuk searching tentang bagaimana mengatasi overthinking. Bagi kalian yang suka konten psikologis mungkin nggak asing lagi dengan konten dari satu persen, seperti yang satu ini
Gue mulai suka nontonin konten dari satu persen dan selain itu juga suka dengerin podcast juga! Salah satu podcast yang gue suka dengerin adalah Thirty Days Of Lunch. Nah di podcast ini nggak langsung bahas mengenai overthinking tapi soal mindfulness dan meditation yang dimana helpful banget untuk ngatasin masalah overthinking, salah satu pembahasannya adalah bagaimana kita fokus untuk hidup di masa sekarang dan nggak terlalu worry atau memikirkan masa lampau atau masa depan.
This is very helpful! ini ngebantu gue banget untuk mulai mengurangi overthinking itu sendiri. So, this is the podcast link Thirty Days Of Lunch - Yasa Singgih
Nah, baru-baru ini gue mulai fokus untuk baca buku kembali. Baca buku adalah hobi gue sejak lama tapi karena sempat terkendala budget, waktu, dan kesempatan akhirnya gue bisa baca buku lagi. Salah satu buku yang gue baca adalah Filosofi Teras by Henry Manampiring. Meskipun ketika mengunggah tulisan ini gue belum rampung baca bukunya, tapi pas awal baca udah ngebuka mindset banget dengan gimana caranya bahagia dengan hal-hal yang bisa kita kendalikan.
Dalam hidup ada hal-hal yang bisa dikendalikan dan nggak bisa dikendalikan, buat hidup bahagia kita bisa fokus aja ke hal yang bisa kita kendalikan. Dan kebanyakan overthink ini berasal dari hal-hal yang nggak bisa gue kendalikan, akhirnya gue mulai mencoba untuk berfokus ke hal-hal yang bisa dikendalikan aja dan ngga terlalu memikirkan lagi hal yang kurang bisa gue kontrol.
Rekomendasi video, podcast, dan buku udah. Lalu untuk tips mengatasi overthink dari diri gue sendiri gimana ?
1. Nggak usah dipikirin
As simple as that, terus reader pasti mikir "ya nggak bisa gitu dong! emang lo kira gampang ?" Ya nggak gampang sih, tapi serius deh gue selalu berpikir begini. Ada beberapa moment yang bikin gue kepikiran atau khawatir sampe hampir gila tapi akhirnya ya milih untuk nggak dipikirin aja atau dikurangin mikirnya.
Semester lalu, gue baru sadar kalau salah kirim UTS di google classroom. UTS diselenggarakan malam jam tujuh, sudah berakhir dan gue baru sadar jam setengah dua pagi waktu mau tidur. Tau nggak rasanya udah mau gila aja, ngechat dosen jam segitu juga nggak mungkin, kepikiran bakal nggak dinilai karena sebelumnya dosen udah ngancem orang-orang yang telat ngumpulin, kepikiran nggak bakal lulus di matkul ini, dan kepikiran bakal ngulang.
Tapi gue langsung ngomong ke otak "udah deh nggak usah dipikirin, besok pagi jam tujuh langsung chat dosennya. semua bakal baik-baik aja" pesan ini perlahan masuk ke otak dan akhirnya gue bisa tidur nyenyak.
Besoknya ? gue chat ke dosen, dibalas dan beberapa waktu kemudian ketika bagi nilai gue masih dapet nilai yang memuaskan di matkul ini. Alhamdulillah.
Kalau gue nggak suggest diri sendiri buat "nggak usah dipikirin" pasti bakalan nggak tidur semaleman dan terus mikirin hal-hal buruk yang bikin anxiety. Nggak usah dipikirin bukan berarti harus dilupain begitu aja ya, tetep harus ngambil langkah yang tepat dan nggak usah dibikin overthinking aja.
2. Mengatur Ekspektasi
Salah satu hal yang bikin gue overthinking adalah tentang ekspektasi yang terkadang ketinggian. Baik ekspektasi terhadap diri sendiri maupun ekspektasi orang lain terhadap kita. Gue suka berekspektasi tinggi, bisa melakukan hal ini itu, bisa achieve ini itu, bisa beli ini itu. Namanya ekspektasi pasti kalau belum direalisasikan pasti bakal kepikiran terus dan akhirnya memutuskan untuk mengatur ekpektasi diri sendiri. Boleh ekspektasi tinggi tetapi harus hal yang masih dapat dijangkau. Terus soal ekspektasi orang lain terhadap kita ? ini kayak apa yang ada di buku Filosofi Teras, yaitu hal yang diluar kendali kita. Kalau diluar kendali kita yaudah nggak usah dipusingin kan gimana-gimana juga nggak bakal bisa muasin orang se-RT.
3. Menerapkan Prinsip "Its Okay"
Gue sering banget gagal, entah itu waktu apply intern, lomba, gak dapet giveaway, dan gagal-gagal lainnya. Kegagalan ini ngebuat gue malu serta putus asa dengan diri sendiri apalagi kalau kita terang-terangan ketika tengah memperjuangkan sesuatu (seperti upload twibbon lomba atau intern tapi end up gagal contohnya xixixi) akhirnya gue menerapkan prinsip Its Okay dimana it's okay kalau gagal, it's okay kalau belum berhasil, dan its okay kalau masih harus ngulang lagi. Hidup bukan lomba jadi kalau gagal ya dinikmati aja sambil minum es teh hahahaha.
Dengan menerapkan prinsip Its okay ini, gue nggak lagi malu atau berpikir sampai pusing soal kegagalan. Ya udahlah ya... gitu aja
4. Meditasi
Gue baru beberapa kali melakukan hal ini dan belum terlalu rutin, tapi ini lumayan helps sih untuk menenangkan dan mengistirahatkan pikiran. Waktu fokus, terus bisa merasakan nafas keluar masuk dnegan baik itu rasanya benar-benar menenangkan dan gue berencana untuk bisa konsisten minimal 10 menit perhari. Tapi gatau lagi ya, soalnya meskipun keliatan sepele tapi konsisten ke hal-hal yang baru itu agak berat :(
5. Refreshing
This is a common things lah ya dan menurut gue refreshing ini nggak harus pergi ke tenpat-tempat semacam Bali atau Jogja. Tapi lo tetep bisa kok refreshing di rumah sambil nonton netflix, makan mie kuah panas, menikmati hujan, melakukan hobi atau sekedar strolling around your city alone.
Mungkin itu dulu sih dari gue, kalau ditanya masih suka overthink atau engga jawabannya ya masih suka, tapi udah nggak terlalu parah dan udah di batas aman karena hal-hal dan tips-tips di atas. Hope it helps! and ill update soon kalau ada tips baru yang bisa diterapin.
Komentar
Posting Komentar