"Cewek itu kodratnya di rumah aja!"
"Cewek itu nggak usah sekolah tinggi-tinggi, nanti nggak ada yang mau!"
"Cewek harus nurut.."
"Mimpi nggak usah tinggi-tinggi, ntar ujungnya juga cuma di dapur"
Kalimat-kalimat itu sering gue denger, entah dari sosial media, lingkungan sekitar dan bahkan keluarga sendiri. Perempuan diciptakan sebagai seseorang yang merdeka dan memiliki hak penuh atas kehidupannya, tetapi ketika tuhan menciptakan manusia dengan hak yang sama antar satu sama lain, beberapa perempuan masih terkurung dengan stigma-stigma tidak berdasar yang jelas merugikan dirinya.
"Nanti kan kamu bakal menikah, terus jadi ibu. Gunanya sekolah tinggi buat apa?" Kalimat ini pernah gue temukan di sosial media dan parahnya berasal dari seorang perempuan juga. Kalau nantinya akan menikah dan menjadi ibu, bukankah seorang ibu dengan pendidikan yang baik akan memberikan anaknya pendidikan yang baik juga? (Bukan berarti orang yang tidak mengenyam pendidikan tinggi tidak mendidik anaknya dengan baik loh ya!)
Stigma tentang perempuan hanya memiliki masa depan di dapur atau hanya untuk menurut menurut gue adalah hal yang salah dan perlu diluruskan.
"Ngapain diluruskan? Pandangan setiap orang nggak harus sama dong! aku setuju tuh kalau misalkan masa depan wanita itu ya dapur dan merawat anak dan itu hakku untuk berpandangan seperti itu" Iya, setiap orang punya pandangan masing-masing serta mereka berhak menentukan prinsip atau value yang akan dipegang. Tetapi kalau memaksakan pandangan mereka kepada orang lain adalah hal yang tidak benar kan?
Maka dari itu, stigma tentang perempuan harus di dapur saja ini harus diluruskan. Perempuan bebas melakukan apa yang mereka mau, entah itu melanjutkan sekolah hingga S3, menetapkan untuk dirumah saja dan mengurus anak, menjalankan hobi atau kegemaran, memutuskan membangun bisnis, atau hal-hal lainnya.
Dan benar, setiap orang memiliki pandangan yang berbeda antara satu dengan yang lain, yuk mari kita hargai perbedaan pandangan ini. Kalau menurut kamu melanjutkan sekolah adalah hal yang terbaik, maka jangan merendahkan yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga dan begitu juga sebaliknya.
Perempuan dapat menentukan masa depannya, memiliki impian setinggi langit, dan stigma-stigma negatif yang sudah terlanjur tumbuh di masyarakat ini harus kita lawan.
Komentar
Posting Komentar