*its supposed to be uploaded on Monday or Thursday, but due to my business I cant upload it on time :(
Sssshhh.... CatCallers Everywhere!
Sebagai orang yang seringkali berpergian sendiri dan menggunakan fasilitas umum untuk ke kampus atau tempat lain, gue pribadi sangat paham bagaimana risiko yang akan ditemui para perempuan ketika berada di jalan. Selain risiko menjadi korban copet atau jambret, kami juga dihadapkan dengan risiko pelecehan baik fisik maupun verbal.
Pelecehan verbal adalah hal yang mau gue bahas disini. Salah satunya cat calling yaitu ketika ada orang yang bersiul, menggoda, hingga melontarkan kalimat-kalimat bernada pelecehan ke perempuan yang berlalu di depan mereka.
"ssst...cantik, mau dianterin nggak?"
"Mau kemana cantik..."
"waduh bodynya bagus banget, enak nih" this is very bad
Beberapa kali mengalami hal ini membuat gue pribadi trauma dan takut untuk beraktivitas di luar sendirian. Banyak orang yang berpikiran bahwa penyebab seseorang dilecehkan karena menggunakan pakaian pendek atau yang menggoda, its completly wrong! waktu itu gue mengenakan setelan kemeja dengan celana panjang, serta blazer yang panjang dan itu masih menjadi korban pelecehan. Berarti sampai disini kita bisa paham dong kalau pakaian yang dikenakan bukan penyebabnya, tapi pemikiran kotor dan perilaku orang-orang yang tidak bermoral tersebut.
Pernah membaca beberapa artikel dan nimbrung di forum diskusi tentang masalah catcalling ini, banyak sekali hal-hal tidak masuk akal yang gue temukan dan salah satunya tentang pembelaan si CatCaller yang ketika ditegur.
"Emangnya saya godain mbaknya? Jangan Geer ya mbak!"
"ya, kan cuma bercanda mbak!"
"jangan marah dong cantik"
atau yang lebih parah, mereka dapat menyerang korban secara fisik.
Hal-hal seperti ini masih sangat banyak ditemui dan membuat perempuan tidak pernah nyaman untuk beraktivitas. Tulisan ini adalah sebagai bentuk keresahan gue dan para perempuan yang ingin hidup dengan normal, kami juga ingin merasakan rasa nyaman ketika beraktivitas seperti biasa, tetapi kenapa kami dipandang sebagai objek seksual ?
Kalau kamu punya cerita yang bisa dibagi mengenai hal ini, komen yaa! thank you!
Komentar
Posting Komentar