Pict from Pinterest Bermain sosial media adalah hal yang sangat menyenangkan. Bisa catch up dengan teman lama yang tinggal berbeda daerah dari kita, melihat postingan foto bahagia orang-orang, mendapat informasi terkini, dan bahkan mengetahui hal sebelumnya belum pernah kita lihat. Ketika melihat orang mengunggah foto makanan, liburan, atau bahkan pencapaian mereka di sosmed seakan membuat kadar dopamine dalam tubuh kita ikut menjadi naik. Tapi ada kalanya melihat semua itu malah menjadi bumerang bagi diri sendiri. Hal-hal tersebut mulai menjadi bumerang ketika kita mulai membandingkan isi postingan yang mungkin hanya beberapa detik itu dengan kehidupan diri sendiri. "wih, dia udah dapet magang di perusahaan X, aku daftar magang kok nggak pernah keterima ya" "Di umur yang sama dia udah bisa ngehasilin uang sendiri, sementara aku kok masih minta orang tua ya?" "kok aku gini-gini aja ya? nggak kaya temen-temenku di Instagram" Pikiran-pikiran seperti ini ...
Pemikiran dan hati seseorang dapat berubah-ubah seiring waktu berjalan, namun tulisan akan tetap abadi hingga di ujung jalan